Minggu, 24 Januari 2016

Rendahnya Minat Baca di Indonesia

Rendahnya minat baca sangat mempengaruhi kualitas suatu  bangsa, sebab dengan rendahnya minat baca, tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada ahirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsanya.
Mengapa orang-orang Indonesia kurang berminat membaca? Padahal jika dicermati penerbitan buku, majalah maupun koran sangat meningkat. Tetapi sayang,orang di Indonesia lebih minat sekedar membaca koran dan majalah. Sedangkan minat baca yang dimaksud tentunya juga membaca buku yang memuat pengetahuan yang menyebabkan masyarakat suatu negeri memiliki penduduk yang cerdas dan mampu bersaing setaraf dengan masyarakat negeri lain di bidang apa saja didunia internasional.
Banyaknya jenis hiburan, permainan dan tayangan TV yang lebih menarik perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku, seperti mencari informasi lewat internet internet walaupun yang terakhir ini masih dapat dimasukkan sebagai sarana membaca. Hanya saja apa yang dapat dilihat di internet bukan hanya tulisan tetapi hal-hal visual lainnya yang kadangkala kurang tepat bagi konsumsi anak-anak
Selain itu, sarana untuk memperoleh bacaan, seperti perpustakaan atau taman bacaan, masih merupakan barang langka. sifat malas yang merajalela dikalangan anak-anak maupun dewasa untuk membaca dan belajar juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi minat baca.
Banyak cara membiasakan diri pada seorang dalam membaca. Misalnya, dengan mengoleksi buku-buku bacaan atau cerita yang berhubungan dengan pengetahuan. Minat baca dapat ditumbuhkan dan dikembangkan, sehingga menjadi kebiasaan melalui penguasaan teknik membaca yang tepat. Teknik membaca yang tepat dapat membuat membaca lebih efisien, efektif, serta menarik.

Untuk meningkatkan minat baca, kususnya untuk siswa membutuhkan dorongan dan motivasi. Dengan adanya motivasi membaca pada siswa akan memberikan dampak positif yaitu membuat siswa terdorong untuk membaca lagi secara berulang-ulang. Dengan upaya ini semua, diharapkan budaya masyarakat untuk membaca semakin tinggi, sehingga harapan pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa bisa terwujud.

Kemiskinan di Indoensia


Berbagai upaya dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan, tetapi angka kemiskinan tidakmenurun. Jumlah penduduk miskin pada tahun 2015 diprediksi mencapai 30,25 juta orang atau sekitar 12,25 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Kenaikan jumlah penduduk miskin ini disebabkan beberapa faktor, termasuk kenaikan harga BBM, inflasi, dan pelemahan dolar.
Salah satu karakteristik kemiskinan di Indonesia adalah perbedaan yang begitu besar antara nilai kemiskinan relatif dan nilai kemiskinan absolut dalam hubungan dengan lokasi geografis. Jika dalam pengertian absolut lebih dari setengah jumlah total penduduk Indonesia yang hidup miskin berada di pulau Jawa (yang berlokasi di bagian barat Indonesia dengan populasi padat), dalam pengertian relatif propinsi-propinsi di Indonesia Timur menunjukkan nilai kemiskinan yang lebih tinggi.
Papua
27.8%
Papua Barat
26.3%
Nusa Tenggara Timur
19.6%
Maluku
18.4%
Gorontalo
17.4%
persentase berdasarkan total penduduk per propinsi bulan September 2014
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

PROPINSI DENGAN ANGKA KEMISKINAN ABSOLUT TINGGI
Jawa Timur
       4.7
Jawa Tengah
       4.6
Jawa Barat
       4.2
Sumatra Utara
       1.4
Lampung
       1.1
¹ dalam jumlah jutaan pada bulan September 2014
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

Jika berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin pada tahun 2014, presentase penduduk miskin di Indonesia mencapai 11,25 persen atau 28,28 juta jiwa, maka pada 2015 ada tambahan penduduk miskin sekitar 1,9 juta jiwa.
Persoalan kemiskinan di Negara berkembang merupakan fenomen global. Karenanya diperlukan peran dari berbagai pihak, baik pemerintah, swasta ataupun pekerja sosial untuk menangani masalah kemiskinan. Terlebih dalam memberikan masukkan (input) dan melakukan perencanaan strategis (strategic planning) tentang suatu kebijakan pemerintah.
Sekarang kemiskinan sudah memberikan dampak yang beraneka ragam mulai dari tindak kriminal, pengangguran,kesehatan terganggu, dan masih banyak lagi. Kemiskinan memang dapat menyebabkan beragam masalah tapi untuksekarang masalah yang paling penting adalah bagaimana anak anak di indonesia tidak mampu bersekolah dengan baik seperti anak-anak lainnya. Masalah  tersebut lah yang harus dipecahkan oleh pemerintah karena jika masalah itu tidak dapat dibereskan maka akan muncul masalah-masalah baru yang lebih banyak lagi. Dan masalah lain yang timbul karna memiskinan adalah banyak orang-orang miskin terkena penyakit dan mereka sulit untuk berobat ke rumah sakit karena mahal, walapun pemerintah sudah memberikan kartu kemiskinan tapi itu tidak terlalu menjamin mereka.
            Oleh karena itu, upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara intensif mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan dilaksanakan secara terpadu. Kemiskinan harus menjadi sebuah tujuan utama dari penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi oleh negara Indonesia, karna aspek dasar yang dapat dijadikan acuan keberhassilan pembangunan ekonomi adalah teratasinya masalah kemiskinan. Pemerintah indonesia harus terus memberdayakan dan membina masyarakat miskin untuk dapat mengelola sumber-sumber Ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat.



Jumat, 22 Januari 2016

Pengangguran di Indonesia


Melemahnya daya serap tenaga kerja di beberapa sektor industri, membuat angka pengangguran bertambah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2015 sebanyak 7,56 juta orang, bertambah 320 ribu orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 7,24 juta jiwa.
Dengan jumlah total penduduk sekitar 250 juta jiwa, Indonesia adalah negara berpenduduk terpadat keempat di dunia (setelah Cina, India dan Amerika Serikat). Selanjutnya, negara ini juga memiliki populasi penduduk yang muda karena sekitar setengah dari total penduduk Indonesia berumur di bawah 30 tahun. Jika kedua faktor tersebut di atas digabungkan, indikasinya adalah Indonesia adalah negara yang memiliki kekuatan tenaga kerja yang besar, yang akan berkembang menjadi lebih besar lagi ke depan.
TENAGA KERJA INDONESIA:


        2010
        2011
        2012
        2013
        2014
Tenaga Kerja
  116,527,546
  119,399,375
  120,320,000
  120,170,000
  121,870,000
- Bekerja
  108,207,767
  111,281,744
  113,010,000
  112,760,000
  114,630,000
- Menganggur
     8,319,779
     8,117,631
     7,310,000
     7,410,000
     7,240,000
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pada Agustus 2015, tingkat pengangguran terbuka menurut pendidikan didominasi oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 12,65 persen, disusul Sekolah Menengah Atas sebesar 10,32 persen, Diploma 7,54 persen, Sarjana 6,40 persen, Sekolah Menengah Pertama 6,22 persen, dan Sekolah Dasar ke bawah 2,74
Angkatan kerja Indonesia pada bulan kedua, bertambah sebanyak 128,3 juta orang atau meningkat 6,4 juta orang dibanding Agustus 2014. Sedangkan dibanding Februari tahun lalu, bertambah sebanyak 3 juta orang.  persen. Hal ini berbanding terbalik dengan angka pengangguran yang bertambah 300 ribu orang. Sehingga total pengangguran mencapai 7,45 juta orang pada Februari 2015 dari realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 7,15 juta orang
Adanya PHK dan daya serap yang agak menurun, sehingga pengangguarn meningkat   sebagian industri yang melakukan PHK adalah industri yang memiliki ketergantungan terhadap bahan baku impor. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut menambah beban biaya produksi sektor industri tersebut.


Perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional ditambah terseoknya nilai rupiah terhadap dolar memicu terjadinya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di seluruh Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja, jumlah karyawan yang dirumahkan 26.506 orang sepanjang September 2015.
            Pemerintah sudah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang diharapkan bisa menarik investasi dan membuka lapangan pekerjaan. Pemerintah memberi banyak insentif bagi penanaman modal, salah satunya kemudahan berinvestasi di kawasan industri.
Pengangguran di Indonesia kondisinya saat ini sangat memprihatnkan, banyak sekali terdapat pengangguran di mana-mana. Penyebab pengangguran di ndonesia ialah terdapat pada masalah sumber daya manusia itu sendiri dan tentunya keterbatasan lapangan pekerjaan. Indonesia menempati urutan ke 133 dalam hal tingkat pengangguran di dunia, semakin rendah peringkatnya maka semakin banyak pulah jumlah pengangguran yang terdapat di Negara tersebut. Untuk mengatasi masalah pengangguran ini pemerintah telah membuat suatu program untuk menampung para pengangguran.
Sumber:



Minggu, 17 Januari 2016

Kurangnya Minat Masyarakat Terhadap Koperasi.

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT,yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah ini tepat waktu.
Adapun tujuan disusunnya laporan ini adalah untuk menginformasikan tentang  Kurangnya Minat Masyarakat Terhadap Koperasi. Sebagai bahan penulisan diambil berdasarkan beberapa sumber sumber.
Kami menyadari dalam penulisan Laporan ini masih jauh sekali dari sempurna,untuk itu kami mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan dimasa yang akan datang.
Akhir kata semoga Makalah ini dapat berguna bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca yang berminat pada umumnya.


Jakarta, 17 Januari 2016 

Daftar Isi


Kata Pengantar.................................................................................................................... i
Daftar Isi............................................................................................................................... ii
BAB  I  Pendahuluan                                        
A.    Latar Belakang masalah............................................................................................. 1
B.     Perumusan masalah.................................................................................................... 1
C.     Tujuan .................................................................................................................... 1                    
BAB  II Pembahasan........................................................................................................... 2
BAB III Penutup.................................................................................................................. 5
           A.    Kesimpulan................................................................................................................ 5
Daftar pustaka..................................................................................................................... 6

Bab I
Pendahuluan

A.   Latar Belakang Masalah

Koperasi adalah badan usaha yang mengorganisir pemanfaatan dan pendayagunaan sumber daya ekonomi para anggotanya atas dasar prinsip-prinsip Koperasi dan kaidah usaha ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat daerah kerja pada umumnya, dengan demikian koperasi merupakan gerakan ekonomi rakyat dan soko guru perekonomian nasional. Sekarang banyak koperasi yang tidak aktif lagi dikarnakan kurangnya perhatian dan juga sedikit peminatnya, keadaan koperasi ini mungkin diketahui oleh masyarakat luas tetapi akibat perubahan zaman dan gengsi saat ini maka dari itu banyak masyarakat yang lebih memilih membeli sesuatu di pasar swalayan.

B.   Perumusan Masalah

1.      Mengapa saat ini koperasi memiliki peminat yang kurang?
2.      Bagaimana cara meningkatkan peminat koperasi?

C.   Tujuan
1.      Mengetahui penyebab kurangmya peminat koperasi
2.      Mencari solusi untuk meningkatkan minat masyarakat



Bab II
Pembahasan
Koperasi merupakan suatu badan usaha bersama yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi kerakyatan yang berdasarkan asas kekeluargaan. Berbagai kelebihan yang dimiliki koperasi  jelas membuat koperasi sebagai badan usaha yang sangat menguntungkan di Indonesia. Koperasi dengan berbagai kelebihanna ternyata sulit berkembang di Indonesia. koperasi di Indonesia seolah jalan ditempat bahkan mengalami kemunduran.
Koperasi dalam perkembangannya di Indonesia mengalami pasang surut. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa koperasi sulit berkembang ? padahal upaya pemerintah dalam memajukan koperasi sudah banyak dilakukan seperti pemberian bantuan dan bukan hanya itu pemerintah juga mebentuk institusi khusus untuk menangani koperasi seperti kementrian koperasi. Dengan adanya lembaga-lembaga resmi yang menaungi koperasi Indonesia, diharapakan koperasi dapat tumbuh sumbur dan semakin sukses menyejahterakan anggotanya. Koperasi di nilai sebagai sarana yang potensial dalam membangun ekonomi Indonesia yang mandiri dan mapan, karena sistem kekeluargaan dalam koperasi tidak akan membelit anggotanya dengan peraturan-peraturan perbankan yang menyulitkan. Namun kenyataannya koperasi masih saja sulit berkembang di Indonesia.
Koperasi yang kurang peminat bisa dikarenakan kalah bersaing dengan lembaga-lembaga yang bergerak dibidang pemberian modal, lembaga pemberian kredit atau lembaga penyimpanan dana misalnya perbankan. Banyak masyarakat Indonesia yang belum benar-benar mengenal apa itu koperasi dan penerapannya. Bagaimana masyarakat bisa berpartisipasi lebih jika masyarakat tidak mengenal apa itu koperasi. Hasilnya anggota koperasi tidak menunjukkan partisipasinya baik itu kontributif maupun insentif terhadap kegiatan koperasi sendiri. Kurangnya pendidikan serta pelatihan yang diberikan oleh pengurus kepada para anggota koperasi ditengarai menjadi faktor utamanya, karena para pengurus beranggapan hal tersebut tidak akan menghasilkan manfaat bagi diri mereka pribadi.
 Kegiatan koperasi yang tidak berkembang membuat sumber modal menjadi terbatas. Terbatasnya usaha ini akibat kurangnya dukungan serta kontribusi dari para anggotanya untuk berpartisipasi membuat koperasi seperti stagnan. Oleh karena itu, semua masalah berpangkal pada partisipasi anggota dalam mendukung terbentuknya koperasi yang tangguh, dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya, serta masyarakat sekitar.
Sosialisasi Koperasi Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi yang belum optimal. Masyarakat yang menjadi anggota hanya sebatas tahu koperasi itu hanya untuk melayani konsumen seperti biasa, baik untuk barang konsumsi atau pinjaman. Artinya masyarakat belum tahu esensi dari koperasi itu sendiri, baik dari sistem permodalan maupun sistem kepemilikanya. Mereka belum tahu betul bahwa dalam koperasi konsumen juga berarti pemilik, dan mereka berhak berpartisipasi menyumbang saran demi kemajuan koperasi miliknya serta berhak mengawasi kinerja pengurus. Keadaan seperti ini tentu sangat rentan terhadap penyelewengan dana oleh pengurus, karena tanpa partisipasi anggota tidak ada kontrol dari anggota nya sendiri terhadap pengurus.
Selain itu tidak sedikit masyarakat berbicara tentang harga barang di koperasi lebih mahal dari pada di pasar swalayan, sehingga masyarakat jadi enggan untuk membeli barang dikoperasi karena harganya yang lebih mahal dibandingkan harga pasar. Bagi masyarakat Indonesia konsumen akan memilih untuk membeli suatu barang dengan harga yang murah dengan kualitas yang sama atau bahkan lebih baik dibandingkan dengan koperasi. Dengan enggannya masyarakat untuk bertransaksi di koperasi sudah pasti laba yang dihasilkan oleh koperasi-pun sedikit bahkan merugi sehingga perkembangan koperasi berjalan lamban bahkan tidak berjalan sama sekali.
Promosi diperlukan agar masyarakat tahu tentang koperasi tersebut. Pemerintah dengan gencarnya melalui media massa mensosialisasikan Koperasi kepada masyarakat namun jika sosialisasi hanya dilakukan dengan media massa mungkin hanya akan “numpang lewat” saja. Memang benar dengan mensosialisasikan melalui media massa akan lebih efektif untuk masyarakat mengetahuinya, namun dengan sosialisasi secara langsung untuk terjun kelapangan akan lebih efektif karena penyampaian yang lebih mudah dipahami. Dalam masalah promosi barang yang dijual di suatu koperasi juga mengalami kendala seperti kurangnya promo yang ditawarkan dan kurang kreatifnya koperasi untuk mempromosikan sehingga minat masyarakat juga berkurang untuk dapat ikut serta dalam koperasi.

Untuk melaksanakan program perkoperasian pemerintah mengadakan kebijakan antara lain : 
·         Menggiatkan pembangunan organisasi perekonomian rakyat terutama koperasi
·         Memperluas pendidikan dan penerangan koperasi
·         Memberikan kredit kepada kaum produsen, baik di lapangan industri maupun pertanian yang bermodal kecil.   
Bab III
Penutup
A.   Kesimpulan
Koperasi yang kurang peminat bisa dikarenakan kalah bersaing dengan lembaga-lembaga yang bergerak dibidang pemberian modal, lembaga pemberian kredit atau lembaga penyimpanan dana misalnya perbankan. Banyak masyarakat Indonesia yang belum benar-benar mengenal apa itu koperasi dan penerapannya.
Sosialisasi Koperasi Tingkat partisipasi anggota koperasi masih rendah, ini disebabkan sosialisasi yang belum optimal. Selain itu tidak sedikit masyarakat berbicara tentang harga barang di koperasi lebih mahal dari pada di pasar swalayan, sehingga masyarakat jadi enggan untuk membeli barang dikoperasi karena harganya yang lebih mahal dibandingkan harga pasar. Promosi diperlukan agar masyarakat tahu tentang koperasi tersebut


Daftar Pustaka



HIV

AIDS merupakan kumpulan dari gejala daari infeksi virus yang mengakibatkan jerusakan sisitem kekebalan tuguh manusia. Sedangkan HIV merupakan virus yang dapatmelemahkan kekebalan tubuh pada manusia. Jika seseorang terkena virus tersebutakan mudah terkena infeksi opotunik atau mudah terkena tumor.untuk saat ini virus HIV AIDS belum bisa di sembuhkan dan tidak ditemukan obatnya. Virus hiv biasanya menular melalaui aliran darah, yakni darah, cairan vagina, cairan preseminal dan air susu ibu.
Penularan virus HIV ini biasanya terjadi saat sesorang berhubungan intim, jarum suntik yang terkontaminasi, tranfusi darah, ibu yang menyusuidan berbagai bentuk pnularan lainnya. Di seluruh dunia tremasuk Indonesia data ini, cairan kelamin adalah media penyebab penyebaran HIV terbesar akiba prilaku seks bebas, dan darh merupakan media kedua terbesar penyebaran HIV diantara pengguna narkoba.
Selain dai pemakaian narkoba dan seks bebas, HIV juga bisa menular melalui transfusi darah yang tidak steril, tato dan piercing/ tindik, wanita hamil penderita AIDS memiliki kemungkinan untuk menularkan HIV kepada janin kondisi HIV-nya. Sesudah abyi tersebut lahir, asi dari ibu tersebut adaka hal yang tidak boleh diberikan karena ASI juga bisa menjadi media penyebaran HIV.
     Remaja saat ini lebih bervariasi. Mulai dari tantangan internal dalam diri remaja itu sendiri (fisik dan psikis), hingga tantangan eksternal seperti lingkungan rumah, kesehatan, pergaulan global, kemajuan teknologi, dan bahkan kemiskinan. Dari data yang dihimpun oleh Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan pada 2008, diketahui 63% remaja tingkat SMP telah melakukan hubungan seksual di luar perkawinan, 21% remaja tingkat SMA telah melakukan aborsi, dan hampir semua remaja pernah menonton film porno.
Sebagian besar remaja yang telah melakukan hubungan seksual itu melakukannya secara tidak aman, sehingga rentan terkena HIV/AIDS. Salah satu indikasi tingginya angka ini ialah adanya keterbatasan pemahaman remaja dan orang tua mengenai kesehatan reproduksi (komunikasi dan informasi tentang pendidikan seks), menurunnya nilai-nilai agama, sosial dan budaya di lingkungan remaja, serta kemudahan remaja dalam mengakses informasi dari media massa mengenai seks dan kekerasan. Penularannya diperluas oleh penggunaan narkoba dengan alat suntik. Di Indonesia sendiri penderita HIV/AIDS terus bertambah dan penyebarannya bukan hanya berasal dari perilaku seks bebas namun lebih banyak akibat penggunaan jarum suntik.
Hingga Maret 2007 berdasarkan data dari Departemen Kesehatan, ada 8.988 kasus AIDS dan 5.640 kasus HIV di Indonesia. Yang mengejutkan 57% kasus terjadi pada usia remaja 15-29 tahun. Sebagian besar (62%) terinfeksi melalui narkotika yang menggunakan jarum suntik dan 37% dari seks yang tidak aman. Pemakaian Narkoba dikalangan remaja sangst beresiko tertulah HIV akibat penggunaan jarum suntuk yang berulang ulang dan bersamaan.
      “ HIV bukan Penyebab Kematian pada pengidap HIV. Virus ini mengahncurkan kekebalan tubuh manusia sehinga rentan terhadap infeksi bakteri dan virus penyakit yang tidak dapat dilawan oleh tubuhtanpa kekebalan yang normal dan mengakibatkan kematian”


 Kesimpulan
HIV adalah virus yang masuk kedalam tubuh yang menghancurkan system kekebalan tubuh yang menghaancurkan system kekebalan tubuh jika terus memburk akan menyebab kan kondisi AIDS , yakni hilangnya system pertahanan tubuh sehingga semua jenis penyakit bisa dengan mudah masuk dan akhirnya menyebabkan kematian.
Data dari Departemen Kesehatan, ada 8.988 kasus AIDS dan 5.640 kasus HIV di Indonesia. Yang mengejutkan 57% kasus terjadi pada usia remaja 15-29 tahun. Sebagian besar (62%) terinfeksi melalui narkotika yang menggunakan jarum suntik dan 37% dari seks yang tidak aman.
Menrut saya sebaiknya kita melakukan pencegahan untuh terkena virus HIV dengan cara:
1.      Pastikan saat mendonorkan darah ataupun berada dalam kondisi memerlukan transfusi darah bahwa darah tersebut harus dipastikan steril
2.      Salah satu solusi untuk mencegah penyebaran virus HIV/AIDS adalah dengan meninggalkan kebebasan berperilaku termasuk seks bebas.
3.      Hukuman berat juga harus diberlakukan atas pengguna narkoba. Sebab, di samping barang haram, narkoba terbukti menjadi alat efektif (mencapai 62%) dalam penyebarluasan AIDS.

PENGARUH TAYANGAN TELEVISI

Tayangan televisi di Indonesia ini sangatlah beragam. Adapun tayangan televisi dari luar. Untuk saat ini Indonesia sangat teliti memilih program program atau acara televisi yang disiarkan ini. Dengan segala potensi yang dimilikinya itu, televisi telah mendatangkan banyak perdebatan yang tidak kunjung berakhir. Bagi orang dewasa, mungkin apa yang ditampilkan oleh televisi itu bukanlah sebuah masalah besar, sebab mereka sudah mampu memilih, memilah dan memahami apa yang ditayangkan di layar televisi. Namun, belum tentu anak kecil atau remaja dapat memilah acara televisi dengan benar.
            Seharusnya orang tua memberi pengawasan yang terbaik yang diberikan untuk anaknya. Agar anaknya menonton acara - acara yang bermanfaat dan mendapatkan pengaruh positif dari tayangan tersebut. Tentu orang tua harus mendampingi anaknya. Anak dapat belajar dengan tenang dan mendapatkan nilai memuaskan dengan syarat orang tua harus terus mendampingi mereka dalam menonton acara tersebut. Dan memberi mereka waktu agar mereka dapat belajar bagaimana caranya membagi waktu untuk menonton televisi, belajar dan bermain.
            Tentu tayangan televisi sangat mengganggu jam belajar anak. Sebaiknya orang tua tidak membiarkan anaknya menonton tayangan televisi yang tidak bermutu sama sekali. Lebih baik orang tua tersebut mendampingi anaknya pada saat belajar. Dari pada menemani mereka padahal tidak ada pengaruh positif jika anak tersebut menonton. Namun, bagaimana dengan orang tua yang bekerja?haruskah mereka pulang ke rumah untuk melihat anaknya menonton tayangan seperti apa? Menurut beberapa orang tua itu sangat merepotkan.

            Dengan demikian, saya membuat keputusan bahwa menonton tayangan televisi untuk anak diperbolehkan. Asalkan orang tua mereka terus memperhatikan mereka, memberikan tayangan yang bermanfaat sehingga mereka akan mendapatkan pengaruh positif dari tayangan tersebut. Menonton tidak akan mengganggu belajar asalkan anak anak tau cara membagi waktu antara menonton dan belajar. Mereka menonton tayangan yang sesuai dengan umur mereka dan yang bermanfaat agar mereka bias menambah ilmu dari tayangan tersebut.

MASALAH PENURUNAN HARGA BBM


Banyak sekali perdebatan mengenai naik dan turunnya harga BBM di Indonesia. Setelah pemerintah memutuskan turunnya harga BBM karena harga minyak dunia turun. Sehingga bahan bakar subsidinmasih terdapat di Indonesia. Sebelumnya, saat BBM naik pemerintah mengumumkan bahwa mereka akan mecabut bahan bakar subsidi. Namun, itu membuat masyarakat banyak yang resah dengan keadaan tersebut. Keputusan pemerintah akan turunnya bahan bakar tersebut sudah sepakat. Sehingga dibeberapa SPBU harganya kembali turun.
Hal yang tidak mendukung penurunan harga BBM yaitu dikarenakan pemerintah ingin menstabilkan harga BBM di Indonesia. Jika pemerintah terus memberikan subsidi kepada masyarakat alhasil, perekonomian di Indonesia tidak akan merata. Banyak warga yang salah mengartikan bahan bakar subsidi ini. Mereka mampu membeli non-subsidi namun mengapa mereka masih saja menggunakan bahan bakar subsidi ini?
Apabila BBM naik itu akan membuat masyarat menjadi resah dalam memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. Dan otomatis segala kebutuhan mereka menjadi naik itu sangat menyulitkan bagi sebagian besar masyarakat. Kebanyakan mahasiswa pun tidak kalah, mereka membuat kegaduhan atas naiknya BBM apabila naik. Mereka menginginkan bahwa pemerintah segara menurunkan harga BBM. Banyak sekali rakyat miskin yang menolak mentah – mentah apabila BBM di Indonesia naik.
Walaupun terjadi perdebatan yang sangat mebuat kegaduhan masyarakat, namun sebagian masyarakat berharap agar pemerintah memiliki solusi dalam menangani masalah seperti ini. Agar rakyat miskin tidak terbebani pemerintah memutuskan untuk menurunkan harga BBM. Namun, pemerintah juga harus menerapkan kepada rakyat yang mampu untuk membeli bahan bakar non-subsidi agar rakyat Indonesia tidak sama sama mengeluh satu sama lain.